Kawan..Kamu tau tidak manuk boru-boru atau ayam betina? bagus..artinya cerita ini bisa kita lanjutkan. Sekedar menyegarkan ingatanmu: Pantat ayam betina itu tidak pernah diam, selalu mengubit-ubit, selalu komat-kamit. Seperti itulah kebanyakan mulut orang batak, tidak mereka yang tinggal di kampung, dikota, di luar negeri selalu saja begitu, selalu mangubit-ubit. Mangubit-ubit karena terlalu pintar bicara, sehingga pintar memutarbalikkan fakta, mangubit-ubit karena pintar marbada/adu mulut , mangubit-ubit karena hanya bisa mengeluh, mangandung seperti kebanyakan lagunya yang andung-andung (nangis..). Lihat juga komentar-komentar bernada kerinduan dan kecintaan akan bona pasogit /kampung halaman di blog-blog dan mailing list-mailing list batak. Kalau ada topik mengenai bona pasogit mulut mereka bisa sampai berbusa-busa bercerita mengenai kerinduan akan kampung halamannya disertai kata-kata penuh keprihatinan, tapi itu tadi..all bulshit, persis pantat ayam bukan?
Mereka yang tinggal di luar negeri asyik pesta-pesta lalu pamer dengan mempublishnya lewat website batak yang sepertinya memang didesain untuk ajang narsisme..macam pantat ayam juga.
Lihatlah Danau Toba.. Kamu mungkin akan membantah kalau sekarang saya sebut hanya sebuah tong sampah raksasa, tak lebih tak kurang. Apa yang hebatnya sebuah tong sampah raksasa? Airnya kotor, taik kering menempel di sana-sini diatas batu-batu, gunung disekelilingnya gundul tanpa pohon kecuali semak duri dan ilalang. Sekalipun begitu, masih banyak orang batak yang memuji keindahannya, dan saya menyebut mereka itu adalah orang-orang bodoh, memuji-muji sebuah tong sampah raksasa berdinding tanah tandus.
Baru-baru ini pemerintah Indonesia mengeluarkan daftar daerah wisata yang direkomendasikan untuk dikunjungi dalam salah satu program wisata bertajuk “Visit Indonesia Year 2008″, kamu tau kawan? Danau Toba sama sama sekali tidak termasuk didalamnya. Menyikapi kenyataan itu sebagian orang batak tidak perduli dan ini saya kategorikan sebagai orang idiot, sebagian lagi hanya komat-kamit macam pantat ayam..seperti biasa..mengeluh, hanya secuil yang tidak mau diam begitu saja, ini hasil karya mereka : http://www.samosirtourism.com/ , mereka bergerak..tidak mau ikut-ikutan hanya mangubit-ubit seperti pantat ayam. Walaupun saya agak pesimis, usaha itu akan mendapat sambutan hangat..
Kamu tau berapa banyang orang batak bergelar Jenderal, Professor, Doktor, PhD, Insinyur, Dipl.Ing dan lain-lain gelar akademik dan professional? Tak terhitung ! Mereka tamatan dalm dan luar negeri dan tersebar di seluruh dunia, tapi itu tadi..kalau tidak idiot karena tidak mau tau maka yang lainnya hanya pintar komat-kamit macam pantat ayam.
Lalu bagaimana dengan mereka yang tinggal di Bonapasogit? Sama saja..Lihatlah anggota Dewan yang sebenarnya takl
lebih dari preman-preman kampung, Mereka ini mampu mengeluarkan uang sampai ratusan juta hanya untuk ganti seragam dari seragam preman kampung ke seragam anggota dewan, seragam boleh beda, kelakuan saja sama, saya yakin kamu tahu berita beberapa waktu yang lalu ada yang ditangkap karena main judi waktu kunjungan kerja ke Jakarta? Nah…itu baru satu perbuatan discovered, bagaimana yang tersembunyi?. Mereka ini bertukar seragam hanya untuk melegalisasi ke-premanan mereka. Kawan..kamu tahu tidak sifat dasar seorang preman ? mereka benci persaingan !.
Karena sifat dasar itulah mereka jarang akur bahkan perang dengan dengan kelompok preman lain yang bernama
pemerintah daerah, punca/sumber ketidak akuran itu adalah, tentu saja ladang uang bernama proyek. Dalam tatanan pemerintahan yang demokratis, hubungan antara anggota dewan dan pemerintah adalah check and balance, bukan marbada muncung karena kepentingan sesaat sampai kepentingan rakyat tidak terakomodasi.
Dulu kelompok preman yang bernama pemerintah daerah ini punya segudang janji waktu kampanye pemilihan kepala daerah, yang mengherankan dia mampu mengeluarkan duit miliyaran rupiah hanya untuk memunculkan wajah idiotnya ke permukaan. Lihatlah apa yang berhasil dia kerjakan sekarang.. nothing! Kini dia malah sibuk mencari jalan berusaha menyelamatkan diri dari kasus dugaan korupsi 3 miliar rupiah yang dituduhkan padanya.
Ada satu lagi..kaum pemuda yang tinggal di kampung, tidak berbeda dengan saudara-saudara mereka yang tinggal di kota dan luar negeri sama sama macam pantat ayam, cuma komat-kamit, mengeluh dan kata-kata yang mallabab-labab. Ada 3 macam perkerjaan yang mereka tekuni : 1. Marbadai 2. Mabuk 3. Narkoba.. Ketiga jenis pekerjaan ini sangat mereka tekuni dengan sungguh-sungguh karena sesuai dengan latar belakang sifat dasar mereka yang sipanggaron, ketiga jenis pekerjaan ini bermuara pada hasil akhir yang sangat manis bernama kemiskinan dan kemelaratan. Kadang mereka memang mempunyai sedikit uang, hasil main judi atau mencuri, maka itu akan segera hilang di kedai tuak berganti dengan se-teko tuak atau selinting ganja. Sudah miskin, mereka ini bodoh, pengecut, tidak punya pendirian, lihat saja bagaimana hutannya habis dibabat oleh gerombolan preman kampung yang dibackup oleh ”anggota dewan” beserta gank-nya dari ibukota atau “pemerintah daerah” beserta kroni-kroninnya dari ibukota, mereka diam-diam saja tidak mau berbuat apa-apa. macam kutu kupret.
So..kawan, tidak heran kampung kita itu masuk dalam peta kemiskinan oleh pemerintah.
Kawan, apakah kamu juga termasuk dalam golongan pantat ayam yang hanya bisa mangubit-ubit alias komat-kamit tadi ? Kalau tidak maka berbuat saja..tak perlu banyak bicara.
DIarsipkan di bawah: Tentang Kita
